Minggu, 01 April 2018

PRINSIP-PRINSIP DASAR MULTIMEDIA PEMBELAJARAN

PRINSIP-PRINSIP DASAR MULTIMEDIA PEMBELAJARAN

Definisi Multimedia Pembelajaran
     Multimedia adalah media yang menggabungkan dua unsur atau lebih media yang terdiri dari teks, grafik, gambar, foto, audio, dan animasi secara terintegrasi. Multimedia terbagi menjadi dua kategori, yaitu: multimedia linear, dan multimedia interaktif. Multimedia linear adalah suatu multimedia yang tidak dilengkapi dengan alat pengontrol apapun yang dapat dioperasikan oleh pengguna. Multimedia ini berjalan sekuensial (berurutan), contohnya TV dan film.
Multimedia interaktif adalah suatu multimedia yang dilengkapi dengan alat pengontrol yang dapat dioperasikan oleh pengguna, sehingga pengguna dapat memilih apa yang dikehendaki untuk proses selanjutnya. Contoh multimedia interaktif adalah: multimedia pembelajaran interaktif, aplikasi game dll.
     Sedangkan pembelajaran diartikan sebagai proses penciptaan lingkungan memungkinkan terjadinya proses belajar. Jadi dalam pembelajaran yang utama adalah bagaimana siswa belajar. Belajar dalam pengertian aktivitas mental siswa dalam berinteraksi dengan lingkungan yang menghasilkan perubahan perilaku yang bersifat relatif konstan. Dengan demikian aspek yang menjadi penting dalam aktivitas belajar dan pembelajaran adalah lingkungan. Bagaimana lingkungan ini diciptakan dengan menata unsur-unsurnya sehingga dapat merubah perilaku siswa.
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa multimedia pembelajaran dapat diartikan sebagai aplikasi multimedia yang digunakan dalam proses pembelajaran, dengan kata lain untuk menyalurkan pesan (pengetahuan, ketrampilan dan sikap) serta dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemauan yang belajar sehingga secara sengaja proses belajar terjadi, bertujuan dan terkendali.

Prinsip-Prinsip Multimedia Untuk Pembelajaran 
Rosch menyatakan bahwa multimedia adalah kombinasi dari komputer dan video. Sementara Mc. Cormick mendefinisikan multimedia sebagai kombinasi dari tiga elemen, yaitu suara, gambar, dan teks. Robin & Linda mengartikan multimedia sebagai alat yang dapat menciptkakan presentasi yang dinamis dan interaktif yang mengkombinasikan teks, grafik, animasi, auido, dan gambar video (Suyanto, 2003: 5).Ade Cahyana dan Devi Munandar (2008) memberikan definisi teknologi multimedia sebagai perpaduan dari teknologi komputer baik perangkat keras maupun perangkat lunak dengan teknologi elektronik. Menurut keduanya sekarang ini perkembangan serta pemanfaatan teknologi multimedia banyak digunakan hampir di seluruh aspek kegiatan.

Rosch menyatakan bahwa multimedia adalah kombinasi dari komputer dan video. Sementara Mc. Cormick mendefinisikan multimedia sebagai kombinasi dari tiga elemen, yaitu suara, gambar, dan teks. Robin & Linda mengartikan multimedia sebagai alat yang dapat menciptkakan presentasi yang dinamis dan interaktif yang mengkombinasikan teks, grafik, animasi, auido, dan gambar video (Suyanto, 2003: 5).

Hasil penelitian yang dilakukan oleh Richard E. Mayer (2001) menunjukan bahwa anak didik kita memiliki potensi belajar yang berbeda-beda. Kini dunia pendidikan makin maju, dapatkah modalitas belajar siswa yang berbeda-beda ini dibawa dalam sebuah teknologi Multimedia? Menurut Mayer ada 12 prinsip desain multimedia pembelajaran yang dapat diterapkan di Pembelajaran.

12 Prinsip Merancang Multimedia Pembelajaran, yaitu :

1)        Prinsip Multimedia
       Orang belajar lebih baik dari gambar dan kata dari pada sekedar kata-kata saja. Karena dinamakan multimedia berarti wajib mampu mengkombinasikan berbagai media (teks, gambar, grafik, audio/narasi, video, animasi, simulasi, dll) menjadi satu kesatuan yang harmonis. Sebab kalau tidak namanya bukan multimedia tapi single-media.
2)        Prinsip Kesinambungan Spasial
       Orang belajar lebih baik ketika kata dan gambar terkait disandingkan berdekatan dibandingkan apabila disandingkan berjauhan atau terpisah. Oleh karena itu, ketika ada gambar (or sodarenye nyang laen seperti video, animasi, dll) yang dilengkapi dengan teks, maka teks tersebut harus merupakan jadi satu kesatuan dari gambar tersebut, jangan menjadi sesuatu yang terpisah.
3)        Prinsip Kesinambungan Waktu
       Orang belajar lebih baik ketika kata dan gambar terkait disajikan secara simultan dibandingkan apabila disajikan bergantian atau setelahnya. Nah, ketika Anda ingin memunculkan suatu gambar dan atau animasi atau yang lain beserta teks, misalnya, sebaiknya munculkan secara bersamaan alias simultan. Jangan satu-satu, sebab akan memberikan kesan terpisah atau tidak terkait satu sama lain. Begitu kata Mayer.
4)        Prinsip Koherensi
       Orang belajar lebih baik ketika kata-kata, gambar, suara, video, animasi yang tidak perlu dan tidak relevan tidak digunakan. Nah, ini yang sering terjadi. Banyak sekali pengembang media mencantumkan sesuatu yang tidak perlu. Mungkin maksudnya untuk mempercantik tampilan, memperindah suasana atau menarik perhatian mata. Tapi, menurut Mayer, hal ini sebaiknya dihindari. Cantumkan saja apa yang perlu dan relevan dengan apa yang disajikan. Jangan macam-macam.
5)        Prinsip Modalitas Belajar
       Orang belajar lebih baik dari animasi dan narasi termasuk video), daripada dari animasi plus teks pada layar. Jadi, lebih baik animasi atau video plus narasi daripada sudah ada narasi ditambah pula dengan teks yang panjang. Hal ini, sangat mengganggu.
6)        Prinsip Redudansi
       Orang belajar lebih baik dari animasi dan narasi termasuk video), daripada dari animasi, narasi plus teks pada layar (redundan). Sama dengan prinsip di atas. Jangan redudansi, kalau sudah diwakili oleh narasi dan gambar/animasi, janganlah tumpang tindih pula dengan teks yang panjang.
7)        Prinsip Personalisasi
       Orang belajar lebih baik dari teks atau kata-kata yang bersifat komunikatif (conversational) daripada kalimat yang lebih bersifat formal. Lebih baik  menggunakan kata-kata lugas dan enak daripada bahasa teoritis,  oleh karena itu, sebaiknya gunakan bahasa yang komunikatif dan sedikit ber-style.
8)        Prinsip Interaktivitas
       Orang belajar lebih baik ketika ia dapat mengendalikan sendiri apa yang sedang dipelajarinya (manipulatif: simulasi, game, branching). Sebenarnya, orang belajar itu tidak selalu linier alias urut satu persatu. Dalam kenyataannya lebih banyak loncat dari satu hal ke hal lain. Oleh karena itu, multimedia pembelajaran harus memungkinkan user/pengguna dapat mengendalikan penggunaan daripada media itu sendiri. dengan kata lain, lebih manipulatif (dalam arti dapat dikendalikan sendiri oleh user) akan lebih baik. Simulasi, branching, game, navigasi yang konsisten dan jelas, bahasa yang komunikatif, dan lain-lain akan memungkinkan tingkat interaktivitas makin tinggi.
9)        Prinsip Sinyal
       Orang belajar lebih baik ketika kata-kata, diikuti dengan cue, highlight, penekanan yang relevan terhadap apa yang disajikan. Kita bisa memanfaatkan warna, animasi dan lain-lain untuk menunjukkan penekanan, highlight atau pusat perhatian (focus of interest). Karena itu kombinasi penggunaan media yang relevan sangat penting sebagai isyarat atau kata keterangan yag memperkenalkan sesuatu.
10)    Prinsip Perbedaan Individu    
9 prinsip tersebut berpengaruh kuat bagi mereka yang memiliki modalitas visual tinggi, kurang berpengaruh bagi yang sebaliknya. Kombinasi teks dan narasi plus visual berpengaruh kuat bagi mereka yang memiliki modalitas auditori tinggi, kurang berpengaruh bagi yang sebaliknya. Kombinasi teks, visual dan simulasi berpengaruh kuat bagi mereka yang memiliki modalitas kinestetik tinggi, kurang berpengaruh bagi yang sebaliknya.
11) Prinsip Praktek                               
       Interaksi adalah hal terbaik untuk belajar,kerja praktek dalam memecahkan masalah dapat meningkatkan cara belajar dan pemahaman yang lebih mendalam tentang materi yang sedang dipelajari.
12) Pengandaian
       Menjelaskan materi dengan audio meningkatkan belajar. Siswa belajar lebih baik dari animasi dan narasi, daripada dari animasi dan teks pada layar.


     Mayer dan rekannya menunjukkan tujuh efek desain multimedia dasar yang telah diuji secara empiris berdasaran prinsip-prinsip desain multimedia dasar (disebut sebagai multimedia efek desain) yangberguna dalam merancang presentasi multimedia (Mayer, 2001, hal 184). Tujuh prisnip ini meliputi:

  1. Siswa belajar lebih baik dari kata-kata dan gambar daripada kata-kata saja (multimedia principle)
  2. Siswa belajar lebih baik ketika kesesuaian kata-kata yang disampaikan dengan gambar yang disajikan berada lebih dekat daripada jauh dari layar (Spatial contiguity principle),
  3. Siswa belajar lebih baik ketika kata-kata yang sesuai dan gambar yang disajikan disajikan bersamaan daripada berturut-turut (Temporal contiguity Principle),
  4. Siswa belajar lebih baik ketika kata-kata, gambar, dan suara lebih dikeluarkan (Excluded) daripada dimasukkan (included) (Coherence Principle),
  5. Siswa belajar lebih baik dari animasi dan narasi daripada dari animasi dan teks pada layar “(Modality Principle),
  6. Siswa belajar lebih baik dari animasi dan narasi daripada dari animasi, narasi, dan teks pada layar “(Redundancy Principle), dan
  7. Efek Desain lebih berpengaruh pada peserta didik yang berpengetahuan rendah (low-knolwledge) daripada peserta didik yang berpengtahuan lebih tinggi (high knowledge) dan untuk pelajar yang memilki spasial yang tinggi dari pada spasial yang rendah (Individual difference Principle).

Pemilihan Media Pembelajaran
Untuk menghasilkan media pembelajaran yang baik perlu dilakukan dengan menempuh prosedur yang benar dalam proses pengembangannya. Soulier sebagaimana dikutip oleh Sunaryo Sunarto (2002) menjelaskan bahwa tahapan pengembangan media khususnya yang berbantuan komputer meliputiplan, development, dan evaluation.
William W Lee dalam bukunya Multimedia Based Instructinal Design  menguraikan lima tahap prosedur pengembangan media yang meliputi analysis, design, development, implementation, danevaluation (2004: 161).
a)      Analysis
Sebelum mengembangkan media, terlebih dahulu harus dilakukan analisis kebutuhan. Analisis kebutuhan dapat dilakukan dengan cara observasi lapangan atau melalui kajian pustaka.
b)      Design
Tahap desain mencakup desain pembelajaran dan desain produk media. Tahap desain pembelajaran meliputi komponen: identitas, standar kompetensi dan kompetensi dasar, materi pokok, strategi pembelajaran, rancangan evaluasi, dan sumber bahan. Sedangkan desain produk media   mencakup elemen: struktur diagram alir, storyboard, dan elemen gambar atau animasi.
c)      Development
Tahap ini adalah tahapan produksi media sesuai dengan desain yang direncanakan. Pada tahap ini dilakukan assembling (perakitan) berbagai elemen media yang diperlukan menjadi satu kesatuan media utuh yang siap digunakan. 
d)      Evaluation
Evaluasi terhadap media pembelajaran dilakukan dengan dengan cara validasi oleh ahli materi dan ahli media, untuk mengetahui kualitas media yang telah dihasilkan. Selain dengan validasi ahli, evaluasi juga dilakukan dalam bentuk ujicoba oleh pengguna. Ujicoba media dilakukan dengan tiga tahap, yaitu ujicoba perorangan, ujicoba kelompok kecil, dan ujicoba lapangan.
Ujicoba perorangan dilakukan terhadap seorang peserta didik yang mewakili kelompok yang akan menjadi pengguna media tersebut. Untuk keperluan ujicoba, sebaiknya dipilih peserta didik yang kemampuannya sedikit di bawah kemampuan rata-rata.
Ujicoba terhadap kelompok kecil dilakukan setelah adanya revisi berdasarkan hasil ujicoba perorangan. Ujicoba kelompok kecil ini diberikan terhadap 5-8 peserta didik yang memiliki kemampuan rata-rata kelompok. Setelah ujicoba kelompok kecil selesai, maka perlu dilakukan perbaikan atau revisi sesuai dengan temuan yang ada.
PERMASALAHAN

Multimedia pembelajaran dapat diartikan sebagai aplikasi multimedia yang digunakan dalam proses pembelajaran, dengan kata lain untuk menyalurkan pesan (pengetahuan, ketrampilan dan sikap) serta dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemauan yang belajar sehingga secara sengaja proses belajar terjadi, bertujuan dan terkendali, bagaimana jika multimedia ini di terapkan pada sekolah-sekolah yang berada di pelosok,  bahkan fasilitas pun terbatas dan kurangnya kemampuan pendidik dalam menggunakan media pembelajaran ? 

20 komentar:

  1. Cukup menarik permasalahan anda....
    Baiklah disini saya akan menjawab permasalahan anda...
    Dalam penerapan multimedia pada sekolah di desa,kita tidak dapat menerapkan multimedia,karna biasanya di desa sangat mimim media seperti, komputer,audio,dll.. sebaiknya Gunakan peralatan2 yang dekat dengan kehidupan keseharian mereka. Olah kemampuan pola pikir mereka dengan menarik masalah dari peralatan2 tersebut.
    Dengan begitu sepertinya akan lebih mudah dipahami dan dimengerti oleh siswa, terlebih dalam kesehariannya mereka menggunakan alat-alat tersebut.
    Perlu diperhatikan bahwa manusia cenderung menerima informasi dan menyimpannya dalam memori otaknya melalui tampilan visual.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya sependapat dengan saudara fajar kita tahu bahwa di desa itu kurang sekali telhnologi jadi guru dituntut untuk lebih kreatif dalam menggunakan media.

      Hapus
  2. Saya akan mencoba menjawab permasalahan anda, memang metode pembelajaran harus disesuaikan dengan kondisi sosial, budaya, dan tingkat pendidikan sang murid itu sendiri. Namun hal yang paling penting adalah menghidupkan kesadaran mereka akan pentingnya pendidikan!

    Buatlah mereka merasa bahwa pendidikan adalah modal utama agar bisa bertahan hidup di dunia yang terus berkembang ini. Ini adalah langkah awal, agar proses selanjutnya bisa dilakukan lebih mudah.

    Langkah kedua, sesuaikan metode belajar dengan jumlah murid Anda.
    Bila jumlahnya kecil, gunakan metode individual:
    Anda menjelaskan secara umum mengenai suatu materi secara singkat saja (intinya), lalu Anda berikan latihan soal.
    Saat mereka mengerjakan latihan soal, dekati anak-anak itu satu per satu dan pahami apa yang tidak dimengerti anak pertama, jelaskan hingga ia mengerti, lalu beralih ke anak kedua, dan seterusnya.
    Bila jumlah muridnya tergolong besar, metode ini kurang mudah untuk dilaksanakan. Anda bisa mencoba membuat kelompok-kelompok. Buatlah suasana belajar yang kompetitif antar kelompok itu, contohnya ada hadiah bagi kelompok terbaik, agar mereka termotivasi untuk benar-benar belajar.

    Langkah selanjutnya, sering-seringlah membuat evaluasi sederhana. Dari situ Anda bisa mengetahui banyak hal. Yang pertama, Anda bisa mengetahui di bagian mana anak-anak itu mengalami kesulitan, bila diketahui sebagian besar anak-anak tidak bisa mengerjakan suatu bagian, Maka Anda harus mempertanyakan apakah penyampaian Anda sudah tepat atau belum. Ulangi lagi bagian tersebut hingga mereka bisa mengerti. Jangan lupa untuk menuntut anak untuk bersikap kritis! Biasakan budaya bertanya, kalau perlu anak yang bertanya diberikan nilai plus.

    Hal kedua yang bisa diketahui dari evaluasi sederhana adalah mana murid yang biasa saja, mana murid yang pintar!
    Saya yakin, pasti ada murid yang menonjol di antara sekian murid Anda, dan Anda bisa menggunakan murid tersebut. Ajaklah ia untuk membantu Anda mengajarkan materi kepada siswa-siswa yang kurang mengerti. Tentunya cara penyampaian sesama siswa lebih enak dan santai bahasanya, sehingga siswa-siswa lain mudah mengerti.

    BalasHapus
  3. Bagi para guru di kota besar, mengajar bukanlah masalah besar karena banyaknya kemudahan sarana dan prasarana. Namun, bagi guru-guru di pedalaman dan jauh dari pusat kota, mereka mengalami banyak kendala untuk meningkatkan kualitas pengajarannya. Hal ini disebabkan kurangnya prasarana untuk mendukung pengajaran, misalnya alat tulis, buku, komputer dan lain-lainya.
    Yang mana hal ini memang sulit didapatkan pada daerah terpencil, untuk itu menurut saya para guru harus dapat mengembangkan dan menyusun perencanaan mengajar secara mandiri. Harapannya, agar para guru di daerah terpencil itu tidak selalu tergantung dengan fasilitas.
    Hal ini dapat diterapkan dengan meminimalkan fasilitas belajar-mengajar seperti di kota-kota besar. Semua yang tersedia di alam sekitar dan lingkungan sekolah harus bisa mereka manfaatkan sebagai media pembelajaran. Sebagai contoh adalah penggunaan biji salak yang dijadikan sebagai alat pembelajaran matematika, yaitu untuk mengajari para siswa berhitung, yang mana salak yang paling banyak ditemui di daerah terdebut. Jadi ini dapat dimanfaatkan untuk pembelajaran untuk daerah terpencil.
    Akhirnya, dalam perencanaan dan pelaksanaan proses pembelajaran, guru perlu mengupayakan agar anak bisa melihat keterkaitan antara materi pelajaran dengan kehidupan mereka sehari-hari. Guru perlu mengembangkan repertoar metode pembelajaran termasuk kegiatan, permainan, dan lagu-lagu, serta media pembelajaran yang relevan dengan kondisi setempat. Sehingga pendidikan daerah terpencil akan bisa lebih ditingkatkan kualitasnya untuk lebih baik.

    BalasHapus
  4. Baiklah saya akan memperjelas jawaban dari permasalahan tersebut :jawaban yang anda komentari sudah baik tetapi masih kurang lengkap dan jelas . Dimana untuk mengatasi hal tersebut guru masih bisa kreatif dan berinisiatif dengan dugunakannya peralatan2 yang dekat dengan kehidupan keseharian mereka. Olah kemampuan pola pikir mereka dengan menarik masalah dari peralatan2 tersebut.
    Dengan begitu sepertinya akan lebih mudah dipahami dan dimengerti oleh siswa, terlebih dalam kesehariannya mereka menggunakan alat-alat tersebut.
    Perlu diperhatikan bahwa manusia cenderung menerima informasi dan menyimpannya dalam memori otaknya melalui tampilan visual. Saya tidak begitu paham dengan metode-metode pengajaran yang anda coba terapkan. Hanya saja dalam kasus ini sepertinya anda harus mulai memikirkan untuk, mungkin, menciptakan metode anda sendiri dalam mengasuh siswa-siswi di daerah anda sekarang.

    BalasHapus
  5. Ini tambahan jawaban dari saya :
    Media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan guru untuk menyalurkan pesan dan dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan kemauan siswa sehingga dapat mendorong terjadinya proses pembelajaran.
    Menurut Gagne :” berbagai jenis komponen dalam lingkungan peserta didik yang dapat merangsang mereka untuk belajar.” Sedangkan menurut Heinich dan Russel : “Sebuah saluran untuk komunikasi yang berasal dari bahasa latin yang berarti “antara” yang digunakan untuk menyalurkan informasi antara guru dan peserta didik.”
    Adapun pembagian media pembelajaran dibagi menjadi :
    Menurut jenisnya, meliputi : audio, visual, dan audiovisual.
    Menurut daya liputnya, meliputi : luas dan serentak, terbatas dalam ruang dan waktu, untuk individual.
    Bahan dan pembuatannya, meliputi : media sederhana, media kompleks.
    Faktor-faktor yang perlu menjadi pertimbangan dalam pemilihan media pembelajaran yaitu :
    Objektivitas
    Program pengajaran
    Sasaran program (siswa)
    Situasi dan kondisi
    Kualitas teknik
    Keefektifan dan efisiensi penggunaan

    Adapun kriteria pemilihan media pembelajaran yang benar adalah :
    Topik menarik bagi siswa
    Materi dalam media penting bagi siswa
    Relevan dengan kurikulum yang berlaku
    Materinya autentik dan faktual
    Fakta atau konsepnya benar
    Format sistematis dan logis
    Objektif berorientasi kepada kebutuhan siswa
    Narasi, gambar, efek, warna dan sebagainya memenuhi syarat kualitas
    Bahasa, ilustrasi, simbol komunikatif
    Sudah teruji daya dukungnya

    Mengapa pemilihan media pembelajaran perlu diperhatikan oleh guru ? Karena dengan pemilihan media pembelajaran yang tepat akan memberikan banyak manfaat yang diperoleh diantaranya :
    Mengatasi keterbatasan pengalaman yang dimiliki oleh siswa
    Memungkinkan adanya interaksi langsung antara siswa dengan lingkungannya
    Menanamkan konsep dasar yang benar, konkret, dan realistis
    Membangkitkan motivasi dan keinginan serta minat bagi siswa untuk belajar

    Kesimpulannya adalah pemilihan media pembelajaran yang tepat bukan berarti harus media yang mahal dan modern akan tetapi yang lebih penting adalah efektifitas dan manfaat dari media tersebut selama proses pembelajaran berlangsung.

    BalasHapus
  6. menanggapi permasalahan saudara, menurut saya belum selayaknya multimedia diterapkan pada daerah terpencil. karena begitu banyak hambatan, seperti akses yang jauh, jaringan/signal yang tidak ada, dll. sebaiknya guru yang mengajar dipedalaman dapat mennggunakan alat bantu berupa media pembelajaran yang sekiranya bener-bener membantu dalam mengajar. Jangan memaksakan diri menggunakan media pembelajaran klau media itu sendiri tidak membantu kekurangan kita selaku pendidik. karena dapat membuat siswa tidah paham pelajaran dan tujuan pembelajaran tidak dapat tercapai.

    BalasHapus
  7. Saya akan mencoba menjawab permasalahan Anda. Ketidaktersediaan ini juga merupakan tugas penting pemerintah dalam mengembangkan mutu pendidikan dari berbagai daerah. Rasa keingintahuan akan penggunaan multimedia ini oleh guru disekolah tersebut perlu ditingkatkan dengan melakukuan serangkaian kegiatan dalam mengembangkan IPTEK.

    BalasHapus
  8. Saya akan mencoba menjawab permasalahan saudari ika
    Jika sekolah yang dipelosok bukan berarti tidak dapat menggunakan multimedia, hanya saja dituntu agar gurunya lebih kreatif dalam menyediakan multimedia yang digunakan karena sarana dan prasarana yang tidak memadai.

    BalasHapus
  9. tambahan dari saya, pembelajaran suatu meteri bahan ajar tidak di haruskan menggunakan Multimedia, bisa juga dengan pembelajaran langsung secara tatap muka. namun, pembelajaran secara langsung ini malah lebih efektif juga, yang mana kita dapat mengetahui langsung seberapa aktif seorang siswa dalam merespond suatu materi bahan ajar. namun pembelajran multi media juga sangat penting dalam membantu menyelesaikan suatu permasalahaan dalaam materi, kelengkapan teknologi ataupun fasilitas dalam pembelajaran tergantung pada pemerintah daerah setempat. mungkin lebih baik jika di adakan suatu pembangunan dan perkembangan teknologi. agar permbelajaran dalam menggunakan multi media dapat tercapai dan memberi hasil yang memuaskan

    BalasHapus
  10. Menurut saya, dapat diatasi dengan cara membuat suatu demonstrasi dengan menggunakan alat alat yang mudah dijumpai dalam kehidupan sehari hari.

    BalasHapus
  11. Menurut saya semua itu dapat di atasi dengan membuat media2 sederhana tetapi memiliki tujuan yg sama

    BalasHapus
  12. menurut saya , syarat utama diterapkan multimedia adalah fasilitas yang lengkap dan pengguna yang mahir . apabila diterapkan sistem multimedia namun tidak ada fasilitas yang akan digunakan maka pembelajaran tidak akan berjalan dengan baik

    BalasHapus
  13. Baik saya akan sedikit menambahkan bagi guru-guru di pedalaman dan jauh dari pusat kota, mereka mengalami banyak kendala untuk meningkatkan kualitas pengajarannya. Hal ini disebabkan kurangnya prasarana untuk mendukung pengajaran, misalnya alat tulis, buku, komputer dan lain-lainya.
    Yang mana hal ini memang sulit didapatkan pada daerah terpencil, untuk itu menurut saya para guru harus dapat mengembangkan dan menyusun perencanaan mengajar secara mandiri. Harapannya, agar para guru di daerah terpencil itu tidak selalu tergantung dengan fasilitas.

    BalasHapus
  14. sesuaikan metode belajar dengan jumlah murid Anda.
    Bila jumlahnya kecil, gunakan metode individual:
    Anda menjelaskan secara umum mengenai suatu materi secara singkat saja (intinya), lalu Anda berikan latihan soal.
    Saat mereka mengerjakan latihan soal, dekati anak-anak itu satu per satu dan pahami apa yang tidak dimengerti anak pertama, jelaskan hingga ia mengerti, lalu beralih ke anak kedua, dan seterusnya.
    Bila jumlah muridnya tergolong besar, metode ini kurang mudah untuk dilaksanakan. Anda bisa mencoba membuat kelompok-kelompok. Buatlah suasana belajar yang kompetitif antar kelompok itu, contohnya ada hadiah bagi kelompok terbaik, agar mereka termotivasi untuk benar-benar belajar.

    BalasHapus
  15. Terimakasih materinya cukup membantu

    BalasHapus
  16. Saya akan mencoba menjawab permasalahan saudari ika
    Jika sekolah yang dipelosok bukan berarti tidak dapat menggunakan multimedia, hanya saja dituntu agar gurunya lebih kreatif dalam menyediakan multimedia yang digunakan karena sarana dan prasarana yang tidak memadai.

    BalasHapus
  17. Sebaiknya media pembelajaran yang digunakan disesuaikan dengan kondisi.

    BalasHapus
  18. Saya akan menjawab Menristekdikti menjelaskan ada lima elemen penting yang harus menjadi perhatian dan akan dilaksanakan oleh Kemenristekdikti untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan daya saing bangsa di era Revolusi Industri 4.0, yaitu:

    1. Persiapan sistem pembelajaran yang lebih inovatif di perguruan tinggi seperti penyesuaian kurikulum pembelajaran, dan meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam hal data Information Technology (IT), Operational Technology (OT), Internet of Things (IoT), dan Big Data Analitic, mengintegrasikan objek fisik, digital dan manusia untuk menghasilkan lulusan perguruan tinggi yang kompetitif dan terampil terutama dalam aspek data literacy, technological literacy and human literacy.
    2. Rekonstruksi kebijakan kelembagaan pendidikan tinggi yang adaptif dan responsif terhadap revolusi industri 4.0 dalam mengembangkan transdisiplin ilmu dan program studi yang dibutuhkan. Selain itu, mulai diupayakannya program Cyber University, seperti sistem perkuliahan distance learning, sehingga mengurangi intensitas pertemuan dosen dan mahasiswa. Cyber University ini nantinya diharapkan menjadi solusi bagi anak bangsa di pelosok daerah untuk menjangkau pendidikan tinggi yang berkualitas.
    3. Persiapan sumber daya manusia khususnya dosen dan peneliti serta perekayasa yang responsive, adaptif dan handal untuk menghadapi revolusi industri 4.0. Selain itu, peremajaan sarana prasarana dan pembangunan infrastruktur pendidikan, riset, dan inovasi juga perlu dilakukan untuk menopang kualitas pendidikan, riset, dan inovasi.

    BalasHapus
  19. Multimedia merupakan gabungan dari beberapa media. Penggunaan multimedia pembelajaran memang sangat penting melihat kemajuan-kemajuan dalam teknologi multimedia yang sangat pesat sehingga penggunaan multimedia akan sangat menunjang dalam proses belajar mengajar. Penggunaan multimedia dalam kegiatan proses belajar mengajar merupakan sesuatu yang sangat fundamental karena dengan penggunaan multimedia tersebut, peserta didik diharapkan akan memahami materi yang disampaikan oleh seorang pendidik. Selain itu, peserta didik juga akan lebih tertarik dan interaktif dengan apa yang disajikan oleh pendidik. Namun, tidak dapat dipungkiri ada sebagian dari penggunaan multimedia yang belum efektif dalam penggunaannya. Hal ini dapat terjadi karena beberapa faktor diantaranya karena keterbatasan pendidik yang mempunyai keahlian dalam menggunakan teknologi multimedia tersebut, keterbatasan media yang ada di suatu pendidikan juga dapat berpengaruh.

    BalasHapus

Multimedia Pembelajaran Revolusi Industri 4.0

Multimedia pembelajaran revolusi industri era 4.0    ERA disrupsi teknologi informasi dan komunikasi (TIK) sudah mulai dirasakan di ...